Home > Web Engineering > Tugas Web Engineering III

Tugas Web Engineering III


1.Jelaskan konsep integrasi sistem

Dalam konteks sistem informasi, sistem terintegrasi (integrated system) merupakan sebuah rangkaian proses untuk menghubungkan beberapa sistem-sistem komputerisasi dan software aplikasi baik secara fisik maupun secara fungsional. Sistem terintegrasi akan menggabungkan komponen sub-sub sistem ke dalam satu sistem dan menjamin fungsi-fungsi dari sub sistem tersebut sebagai satu kesatuan sistem.

Ada beberapa metode yang dapat dipergunakan dalam membangun sistem terintegrasi, sebagaimana yang direferensikan berdasarkan artikel dari Wikipedia yaitu :

  • Vertical Integration, merupakan proses mengintegrasikan sub-sub sistem berdasarkan fungsionalitas dengan menghubungkan sub-sub sistem yang sudah ada tersebut supaya bisa berinteraksi dengan sistem terpusat dengan tetap berpijak pada arsitektur sub sistem yang lama. Metode ini memiliki keuntungan yaitu dapat dilakukan dengan cepat dan hanya melibatkan beberapa entitas development yang terkait dalam proses pembuatan sistem lama. Kelemahannya, metode ini tidak memungkinkan untuk mengimplementasikan fungsi-fungsi baru atau proses bisnis baru ke dalam sub-sistem yang sudah ada – karena effort lebih tinggi ada di proses “mempelajari” arsitektur sistem lama dan menjadikannya acuan untuk membuat sistem terintegrasi. Untuk menghadirkan ekspansi fungsionalitas atau proses bisnis baru adalah harus membuat sub-sistem baru.
  • Star Integration, atau lebih dikenal sebagai spaghetti integration, adalah proses mengintegrasikan sistem dengan cara menghubungkan satu sub sistem ke semua sub-sub sistem lainnya. Sebuah fungsi bisnis yang diimplementasikan dalam sebuah sub sistem akan di-broadcast ke semua sub-sub sistem lain yang dependen terhadap fungsi bisnis tersebut supaya dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Untuk integrasi sistem dengan ruang lingkup kecil atau menengah dan dengan pemisahan fungsi bisnis yang jelas dan spesifik, metode integrasi ini layak untuk dipertimbangkan. Namun jika fungsi bisnis banyak terlibat di beberapa sub sistem secara dependen, pada akhir proses integrasi sistem akan terlihat sedikit “kekacauan” dalam diagram – proses interkoneksi antar sub sistem akan tampak seperti spaghetti. Efeknya, biaya perawatan dan ekspansi sistem di masa yang akan datang akan memerlukan effort yang sangat berat untuk mempelajari skema integrasi sistem berikut dependency-nya.
  • Horizontal Integration, atau ada yang mengistilahkan dengan Enterprise Service Bus (ESB), merupakan sebuah metode yang mengintegrasikan sistem dengan cara membuat suatu layer khusus yang berfungsi sebagai interpreter, dimana semua sub-sub sistem yang sudah ada akan berkomunikasi ke layer tersebut

2.Jelaskan arsitektur SOA + Gambar!

SOA singkatan dari Services Oriented Architecture, sebuah arsitektur berbasiskan pelayanan, yang memungkinkan semua entitas menjadi sebuah pelayanan yang bersifat melayani. Lebih mudahnya implementasi SOA adalah merubah sebuah aplikasi yang pertama hanya dipakai untuk entry menjadi sebuah aplikasi yang dapat berinteraksi dengan aplikasi lain, dan sifatnya tidak point-to-point. Tentu saja SOA lebih luas dari contoh yang dijelaskan. SOA itu saat ini terkadang dipaksakan mengikuti produk yang dikeluarkan vendor, yang oleh vendor besar disebut SOA Suite, tetapi sebenarnya lebih luas dari yang kita bayangkan

Gambar di atas menjelaskan arsitektur SOA pada umumnya. Terdiri dari banyak Service yang tidak saling berkomunikasi, serta memiliki masing-masing database; ESB (Enterprise Service Bus) yang mendaftar fungsi-fungsi yang ada di Service; BPM (Business Process Management) yang bertugas untuk merancang banyak bisnis proses dimana fungsi-fungsi yang digunakan diambil dari ESB; dan terakhir terdapat satu atau beberapa User Interface untuk menjalankan bisnis proses yang ada di BPM.

Selain dari penggolongan di atas, dapat pula digolongkan sebagai berikut:

1.  Data Layer, yaitu bagian dari aplikasi yang berhubungan langsung dengan database.
2.  Logic Layer, yaitu bagian dari aplikasi yang berhubungan dengan proses bisnis dalam aplikasi.
3.  Presentation Layer, yaitu bagian dari aplikasi yang menampilkan GUI ke pengguna.

3. Jelaskan arsitektur dari CodeIgnitier + Gambar!

CodeIgniter adalah aplikasi open source yang berupa framework dengan model MVC (Model, View, Controller) untuk membangun website dinamis dengan menggunakan PHP. CodeIgniter memudahkan developer untuk membuat aplikasi web dengan cepat dan mudah dibandingkan dengan membuatnya dari awal.

CodeIgniter dirilis pertama kali pada 28 Februari 2006. Versi stabil terakhir 1.6.3 yang dirilis pada 26 Juni 2008.

1.index.php berfungsi sebagai controller depan, mnginisialisasi basic resource yang dibutuhkah untuk menjalankan CI.
2. Router menganalisa HTTP request untuk menentukan apa yang harus dilakukan dengan HTTP request itu.
3. Jika file cache masih ada , maka akan dikirim langsung ke browser, tanpa melewati eksekusi normal sistem.
4. Keamanan, sebelum controller aplikasi di panggil, HTTP request dan data yang dikirim user, di filter untuk alasan keamanan.
5. Controller memanggil model, librari inti , plugin, helper, dan resource lainnya yang di butuhkan untuk memroses request tertentu.
6. View yang sudah diproses, dikirim ke browser sebagai hasil yang terlihat. Jika status caching ON, view akan disimpan di cache, jadi jika ada request yang sama, view itu bisa ditampilkan lagi.

4. Jelaskan antara Pattern dan Framwork!

Framework dapat diartikan sebagai sebuah kerangka kerja. Kerangka kerja dimana dapat memudahkan pekerjaan kita. Jika dikaitkan dengan PHP maka dapat diartikan sebagai suatu kerangka kerja yang telah terpola dan memudahkan pengembang web dalam pembuatan web yang menggunakan script PHP. Mempermudah yang dimaksud misalnya, Dalam membuat sebuah aplikasi web kita sering menulis script PHP secara keseluruhan (konvensional) dan itu pun kita ulang pada halaman yang lain. Bukankah itu begitu tidak efesien disamping berat ketika diload ? Dengan PHP Framework semua bisa teratasi. Semuanya sudah diatur menjadi pola-pola tertentu yang disebut dengan class. Pola/class inilah yang meringankan kita dalam penulisan script dan load halaman web.Framework yang dibangun harus menggunakan pola perancangan yang memisahkan logic application dan juga presentation view. Selain itu juga mampu mengoptimalkan penggunaan komponen yang dapat digunakan kembali, namun juga memberi keleluasaan untuk kostumisasi untuk kebutuhan tertentu.

Pattern adalah sebuah solusi untuk mengulang masalah Design. Solusi ini telah dikembangkan, dikompile, dan disaring oleh programmer yang sebelumnya telah menghadapi masalah ini. pattern adalah salah satu jenis petunjuk yang menggunakan tipe “Jika Anda memiliki masalah ini, maka lakukan ini.” Hal tersebut serupa dengan sebuah algoritma : sebagai contoh, jika Anda ingin melakukan sebuah operasi pencarian pada sebuah daftar, Anda tidak perlu menyelesaikan dengan solusi Anda sendiri; terdapat beberapa algoritma yang menyediakan fungsi sorting ini seperti pencarian biner.

5. Jelaskan tentang MVC, Pattern dan Struts!

Model-View-Controller atau MVC adalah sebuah metode untuk membuat sebuah aplikasi web dengan memisahkan data (Model) dari tampilan (View) dan cara bagaimana memprosesnya (Controller). Dalam implementasinya kebanyakan framework dalam aplikasi website adalah berbasis arsitektur MVC.[1] MVC memisahkan pengembangan aplikasi berdasarkan komponen utama yang membangun sebuah aplikasi seperti manipulasi data, antarmuka pengguna, dan bagian yang menjadi kontrol dalam sebuah aplikasi web.

 

  1. Model, Model mewakili struktur data. Biasanya model berisi fungsi-fungsi yang membantu seseorang dalam pengelolaan basis data seperti memasukkan data ke basis data, pembaruan data dan lain-lain.
  2. View, View adalah bagian yang mengatur tampilan ke pengguna. Bisa di katakan berupa halaman web.
  3. Controller, Controller merupakan bagian yang menjembatani model dan view. Controller berisi skrip-skrip php yang berfungsi untuk memproses suatu data dan mengirimkannya ke halaman web.[2]

Dengan menggunakan metode MVC maka aplikasi akan lebih mudah untuk dirawat dan dikembangkan. Untuk memahami metode pengembangan aplikasi menggunakan MVC diperlukan pengetahuan tentang pemrograman berorientasi objek (Object Oriented Programming).

Struts merupakan salah satu java MVC web framework terpopuler yang menginspirasi banyak framework lain. Struts 2 merupakan penggabungan dari Struts dengan Webwork 2 sehingga menghasilkan framework yang lebih mudah digunakan dan lebih mencapai tujuan dari Struts dibuat. Struts merupakan aplikasi framework open source yang di designuntuk membantu para developer dalam membangun arsitekturaplikasi berbasis pada Model-View-Controller (MVC) , dimana design MVC sudah merupakan standard umum dalam membangunaplikasi Web anda dengan penggunaaan servlet Java dan JavaServer Pages (JSP) sebagai teknologinya.

  1. 3 February 2016 at 10:53

    Appreciation to my father who shared with me regarding this website, this webpage
    is really amazing.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: